Sejarah Pendidikan

Mengenai Pendidikan, sejak dari masa kanak-kanak hingga dewasa yang namanya pendidikan terus dijalankan. Kalau kita lihat history nya. Pendidikan ini pada masa penjajahan sudah ada. Pada kala itu pendidikan tidak segampang sekarang. Perbedaannya sangat mencolok sekali.

Pada jaman penjajahan penduduk pribumi diperbolehkan mengikuti pendidikan dengan tingkatan-tingkatan tertentu. Untuk kelas bangsawan atau anak dari para pemerintah bisa mengikuti pendidikan di luar negeri.

Yang patut kita ketahui, siapa penggagas pendidikan di Indonesia?

Oke, langsung saja. Beliau adalah Bapak Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959pada umur 69 tahun. Beliau adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.

Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.

Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).

Filosofi Pendidikan

Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti dilakukan banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

 

 

Fungsi Pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes). Mempersiapkan  anggota masyarakt untuk mencari nafkah, fungsi laten lembaga sebagai wadah pendidikan, melalui pendidikan di sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.

Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan danya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.

Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Memilih dan mengajarkan peranan sosila

Pengertian Pendidikan

Seringkali kita berbicara mengenai pendidikan. Apa sebetulnya pengertian dari pendidikan tersebut? Kata pendidikan berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Pedagogia yang mana kata ini terdiri dari kata Paedo yang artinya anak dan kata Agoge yang artinya saya membimbing.

Kembali ke pengertian pendidikan bahwa dalam pengertian yang sederhana dan umum mengenai dunia pendidikan, disebutkan pendidikan adalah satu usaha yang di lakukan oleh manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pada pembawaan seseorang  baik itu jasmani atau rohani di mana hal ini harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.

Sedangkan pendapat dari kalangan para ahli pendidikan memiliki pendapat tentang hakikat pendidikan ada batasan pengertiannya dan kesemuanya dari itu sejalan dengan isi hati mereka, dan menurut menurut arah pandangan, juga bagaimana pemahaman terhadap hakikat kehidupan dan tujuan hidup itu sendiri